Rabu, 26 Oktober 2016

Jauh Dekat Bukan Penghalang Bagi Polres Paser Melakukan Pembinaan Kamtibmas

Kapolsek Long Kali AKP Danang Arie Susanto
Menyampaikan arahan tentang kamtibmas
SOROT - Untuk menjauhkan anak-anak pelajar dari pengaruh pergaulan bebas dan kenakalan remaja, serta terhindar dari paham radikalisme dan terorisme, Polres Paser tak henti-hentinya melakukan pembinaan Kamtibmas di wilayah Kabupaten Paser.

Jauh dekat itu bukan penghalang untuk menyurutkan semangat datang memberikan pembinaan Kamtibmas. Tengok seperti yang dilakukan Polsek Long Kali pada kegiatan pembinaan Kamtibmas di Desa Muara Telake beberapa waktu lalu.

Kapolsek Longkali AKP Danang Arie Susanto bersama anggotanya harus berangkat Subuh karena jarak tempuh cukup jauh ditambah kondisi jalan yang kurang bersahabat, sehingga setidaknya memakan waktu Dua jam perjalanan untuk menjangkau desa itu.

"Saya mengapresiasi kepedulian jajaran Polsek Long Kali memotifasi para pelajar agar menjadi anak yang beriman dan bertaqwa serta menanamkan rasa disiplin untuk mencapai cita-cita," kata Kapolres Pasar AKBP Hendra Kurniawan, Rabu (26/10).

Di depan  para pelajar MI As'adiyah, MTS Nurul Khair As'adiyah dan MA Nurul Khair As'adiyah kata Hendra Kurniawan, pihak Polsek Long Kali juga menyampaikan materi terkait pencegahan bahaya narkoba, ngelem, dan peraturan berlalu lintas. (rsd)

Selasa, 25 Oktober 2016

Polres Paser Beri Ongkos Pulang Abdurahman

Ipda Suradi menyerahkan bantuan kepada Abdurahman 
SOROT - Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan, melalui Kasi Propam Ipda Suradi memberikan bantuan ongkos perjalanan kepada Abdurahman, Selasa (25/10)  warga jalan Anden Oko Gang Arrahman Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Sesuai niat Abdurahman, Bantuan itu bertujuan agar dia bersama keluarganya bisa sampai ke kampung halamannya di jalan Merdeka RT 04 RW 01 Kel. Beriwit Kec. Murung Kab. Murung Raya Kalteng.

Kepulangan Abdurahman ke kampung halamannya di karenakan usaha yang ia geluti selama tinggal di Tanah Grogot tidak menuai hasil. Sehingga ia berembuk bersama istri untuk pulang ke kampung halaman meninggalkan tanah perantauan.

"Kasian dia mau pulang tapi tidak ada ongkos, makanya kita bantu ongkos perjalanan pulang ke Kalteng, dan mudah-mudahan bantuan itu bisa membantu Abdurahman bersama keluarganya sampai di kampung halamannya," kata Suradi.

Sebelum merantau, Abdurahman merupakan masyarakat korban kebakaran di Kalteng yang terjadi pada bulan Maret 2016, atas musibah itu ia bersama kelurganya memutuskan hijrah ke Tanah Grogot untuk mengadu nasib.

Menurut Hasni, tetangga Abdurahman di jalan Anden Oko Gang Arrahman Tanah Grogot, aktivitas keseharian Abdurrahman berjualan leliling menjajakan kue dari rumah ke rumah menelusuri  gang-gang yang ada dengan cara berjalan kaki dengan harapan mendapatkan rupiah.

"Bapak itu bikin sendiri kue baru dia jual keliling, biasanya pagi bikin kuenya, terus siang sampai sore dia keliling jualan, dan di sini bapak itu cuma nyewa kontrakan," kata Hasni sambil menunjuk rumah yang ditempati Abdurahman sudah kondisi kosong. (rsd)

Senin, 24 Oktober 2016

Kesbangpol Paser Sampaikan Surat Edaran Instruksi Mendagri ke Bupati

M Juhri 
SOROT - Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Paser telah menyampaikan surat Edaran Instruksi Mendagri Nomor 061/2911/Sj Tahun 2016 tentang tindak lanjut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 18 Tahun 2016 kepada Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi.

"PP Nomor 18 Tahun 2016 itu terkait pembentukan Perangkat Daerah yang baru,  di mana status Kesbangpol saat ini masih di bawah pemerintah daerah dan belum diambil alih oleh Pemerintah Pusat. Sehingga itu perlu kami sampaikan, kata Kepala Kesbangpol Paser M. Juhri," Selasa (25/10).

Sehingga kata Juhri, Seluruh Perangkat Daerah yang melaksanakan Urusan Pemerintahan di bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri tetap melaksanakan tugasnya, serta anggaran penyelenggaraan urusan pemerintahan dibebankan pada APBD.

"Kami juga serahkan surat dari Dijen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri Nomor 061/3163/Polpum Tanggal 15 Agustus 2016, sebagai dasar Perubahan Organisasi dan Tata Kerja Kantor Kesbangpol," kata Juhri.

Setelah disampaikan surat edaran tersebut kata dia, Kantor Kesbangpol nanti masuk dalam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang saat ini sedang disusun oleh DPRD untuk menjadi Peraturan Daerah (Perda).

"Dalam OPD yang sedang disusun DPRD saat ini, nantinya tidak ada lagi instansi berstatus kantor. Sehingga kemungkinan Kesbangpol akan berubah menjadi Badan Kesatuan Bangsa dan Politik," tuturnya.

Dengan status Kesbangpol yang masih di bawah Pemerintah Daerah Juhri berharap agar Pemerintah Daerah dapat memprhatikan anggaran yang dibutuhkan Kesbangpol untuk menjalankan fungsi instansi sebagai pengatur stabilitas keamanan daerah.

"Karena Kesbangpol ini mata dan telinganya pemerintah, kami harapkan pemerintah dapat memberikan anggaran yang seimbang dengan tugas dan fungsi Kesbangpol yang cukup penting ini," ucapnya. (rsd) 

Abdul Wahab, Bocah 3 Tahun Akhirnya Kembali ke Pangkuan Orangtua


Abdul Wahab saat berada di Polres Paser
SOROT - Abdul Wahab, bocah 3 tahun ini akhirnya kembali ke pangkuan orangtuanya setelah sebelumnya dibawa ke Polres Paser karena ditemukan menangis tanpa orangtuanya , Senin siang (24/10) di jalan KH Achmad Dahlan Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Setelah mendapatkan kabar, sore hari itu juga sang ayah Sapriansyah langsung menjemput Abdul Wahab di Polres Paser untuk dibawa pulang ke rumahnya yang beralamat  di Desa Tanah Periuk Kecamatan Tanah  Grogot.

Menurut Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan, sebelum kejadian Abdul Wahab sempat dititipkan ke neneknya yang tinggal  di jalan KH Achmad Dahlan.

"Rupanya Abdul Wahab sempat bermain di luar dan lepas dari pengawasan sang nenek. Sehingga nenek pun sempat bingung mencari cucunya," kata Kapolres Paser menirukan pengakuan Saprianyah.

Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap musibah yang sedang menimpa Abdul Wahab.

"Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat, karena turut membantu kepolisian. Masyarakat masih memiliki kepedulian yang tinggi," kata Kapolres AKBP Hendra Kurniawan.

Kapolres juga mengapresiasi jajarannya yang bertugas menjaga, menemani dan merawat Abdul Wahab saat berada di Polres Pasar.

"Itu pekerjaan yang mempunyai nilai kemanusiaan yang tinggi dan sangat mulia karena mau merawat anak yang hilang dari orangtuanya itu," kata Hendra.

Sebagai pengayom masyarakat, polisi kata Hendra, harus membantu meski permasalahan kecil seperti kasus anak yang hilang, orang mau melahirkan, orang kehabisan ongkos dan butuh pertolongan.

"Saya justru sangat bangga bila ada polisi yang mau menangani masalah kecil seperti itu, situlah seharusnya ada peran polisi sebagai pengayom masyarakat sehingga kesan polisi yang seram dan menakutkan bisa berubah menjadi polisi yang bersahabat," terangnya. (rsd)

Polisi Temukan Anak Tanpa Orangtua di Tanah Grogot

Anak yang ditemukan berada di Polres Paser
SOROT – Polisi menemukan seorang anak berusia sekitar 3 tahun tanpa orangtuanya, Senin siang (24/10) di Jalan KH. Ahmad Dahlan, Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Menurut Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan , Saat ini anak tersebut berada di Pos Penjagaan Polres Paser dan diharapkan anak tersebut segera ditemukan oleh orangtuanya.

"Kepada orangtuanya diharapkan untuk dapat segera mendatangi polres Paser dan mengambil anaknya," kata Hendra, Senin (24/10).

Beruntung anak itu segera ditemukan polisi kata Hendra, sehingga tak terjadi apa-apa dalam hal yang tidak diinginkan.

Oleh karena itu, Kapolres menghimbau kepada masyarakat dan orangtua untuk lebih berhati-hati dalam menjaga anak.

"Jangan sampai anak berada di luar pengawasan orangtua," katanya. (rsd)

Sabtu, 22 Oktober 2016

Nama Sekda Paser AS Fathurrahman Dicatut Penipu

Screenshot SMS
SOROT  "Ass.... Rina, ini nmr hp bpk. Pak Aji Sayid Fathurrahman," demikian short message service (SMS) yang diterima  Rina pegawai di Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kabupaten Paser sekitar pukul 08.00 wita(22/10) melalui telpon seluler.

Nama Aji Sayid Fathurrahman yang ada dalam sms yang diterima Rina itu adalah seorang Sekretaris Daerah (Sekda) Paser yang baru saja dilantik oleh Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, Kamis (20/10) di Pendopo Kabupaten.

Setelah membaca SMS itu, Rina merasa penasaran untuk menelpon balik nomor tersebut. Namun sebelum menelpon balik, dia terlebih dahulu menelpon Riani Trisnadewi, istri AS Fathurrahman, untuk mengkonfirmasi apakah nomor itu milik AS Fathurahman.

"Bu Riani langsung kaget, itu bukan nomor bapak, itu penipuan,"  kata Rina menirukan ucapan Riani Trisnadewi di ujung telpon, seperti yang dilansir gerbangkaltim.com.

Pada kesempatan itu, Riani Trisnadewi bercerita bahwa kemarin ada pegawai di bagian keuangan pemda yang jadi korban, bahkan uang yang diminta sudah keluar.

"Tolong informasi ini disebarkan kepada masyarakat, bahwa itu penipuan," pinta Riani.

Rina sendiri mengaku, selain mendapat pesan singkat, dengan nomor yang sama ia juga mendapat lima kali miscall.

"Tapi enggak saya angkat, karena nomor itu nggak ada di daftar kontak saya," aku Rina. (rsd)

Jumat, 21 Oktober 2016

Mayjen TNI Johny Lumban Tobing: Prajurit Harus Hafal Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI

Mayjen TNI Johny Lumban Tobing saat melakukan
Kunjungan kerja di Kodim 0904/Tng di Tanah Grogot 
SOROT - Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) VI Mulawarman Mayor Jenderal TNI Johny Lumban Tobing dalam kunjungan kerjanya di Kodim 0904/Tng memberikan pengarahan kepada seluruh personel TNI/PNS  beserta ibu persit KCK cabang XVII  kodim 0904/Tng, Kamis, ( 20/10) di jalan Noto Sunardi Tanah Grogot Kabupaten Paser.

Dalam acara tersebut, Jenderal Bintang Dua itu meminta untuk selalu menjaga kebersihan pangkalan setiap harinya sekaligus dijadikan budaya, dan jangan hanya setiap ada kunjungan baru dilakukan kebersihan.

"Kalau menjaga kebersihan itu dilakukan setiap harinya kantor kita dapat menjadi contoh oleh instansi lain dalam hal kebersihan dan keasrian lingkungan," kata Johny Lumban Tobing dalam acara tersebut yang juga dihadiri Dandim 0904/Tng Letkol Arm Mulyadi, Bupati Paser Yusriansyah Syarkawi, Ketua DPRD Kaharuddin dan Kapolres Paser AKBP Hendra Kurniawan.

Selain itu, Pangdam VI/Mlw  menekankan kepada seluruh prajurit agar menghafalkan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.

"Bagaimana prajurit melaksanakannya kalau tidak hafal sementara kita harus mengimplementasikannya dalam dinas sehari-hari sebagai komando kewilayahan untuk mendukung program pemerintah terutama dalam meningkatkan swasembada pangan," katanya.

Kepada para babinsa dan Danramil yang di wilayah kata Pangdam, juga harus  tanggap dalam mencari informasi, agar tidak kecolongan dalam informasi di wilayahnya karena seorang babinsa harus bisa menjaga suatu desa dengan aman.

"Para babinsa harus peka dan melaporkan segera jika ada kejadian berkaitan kamtibmas ataupun yang lainnya, hal tersebut merupakan implementasi dari jago perang dalam hal komando kewilayahan karena ujung tombak satuan berada dipundak para Babinsa," terangnya.

Tak ketinggalan, Pangdam juga meminta kepada para prajurit agar tidak menggunakan maupun mengedarkan narkoba, dan jika kedapatan maka langsung dipecat.

"Tidak ada rehabilitasi utk prajurit yang tersangkut kasus narkoba, tetapi dipecat dari anggota TNI serta keluarga tidak boleh tinggal di dalam asrama. Untuk itu marilah senantiasa membentingi diri dengan iman," pesannya. (rsd)